Faktor Resiko Kanker Otak dan Pencegahan

Faktor Resiko Kanker Otak dan Pencegahan

 

Faktor Resiko Kanker Otak – Kanker otak adalah kondisi dimana terjadi pertumbuhan abnormal sel di otak. Kanker otak bisa timbul dari sel otak primer, atau dari sel-sel yang membentuk komponen otak lainnya (misalnya selaput otak, pembuluh darah), atau dari pertumbuhan sel kanker yang berkembang di organ lain dan yang telah menyebar ke otak oleh aliran darah (metastasis atau kanker otak sekunder).

Faktor Resiko Kanker Otak

Meski banyak pertumbuhan di otak yang populer disebut tumor otak, tidak semua tumor otak bersifat kanker. Tumor hanyalah sekumpulan sel yang tumbuh berlebihan. Tumor jinak atau benigna terdiri dari sel-sel yang tidak bersifat ganas. Tumor ganas atau maligna adalah sekumpulan sel-sel yang terdiri dari sel kanker dan bersifat ganas. Kanker adalah istilah yang dicadangkan untuk tumor ganas. Tumor ganas terdiri dari sel-sel yang tumbuh secara agresif dan abnormal yang disebut sel kanker.

Faktor Resiko Kanker Otak

Jadi, sebenarnya apa faktor penyebab kanker otak ? Sesuai dengan riset yang telah dilakukan, secara garis besar ada dua penyebab penyakit kanker otak tersebut, yang pertama ialah otak tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, dan penyebab kanker otak yang kedua ialah karena penggunaan bahan zat berbahaya seperti alcohol dan zat adiktif seperti narkoba, heroin, dan yang lainnya. Berikut adalah beberapa faktor risiko kanker otak lainnya :

  1. Usia

Kanker otak dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun. tetapi secara umum, seiring dengan bertambahnya usia maka resiko terkena kanker otak akan bertambah. Di Inggris terjadi kasus sekitar 400 anak dibawah usia 15 tahun di diagnosis dengan tumor otak setiap tahunnya. Tumor otak ini merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak. terdapat sekitar 300 remaja dan dewasa (usia 15 hingga 24 tahun) di diagnosis dengan tumor otak setiap tahunnya. Pada kelompok usia ini kanker otak merupakan kanker paling sering terjadi ke empat.

  1. Faktor Genetik

Salah satu faktor risiko kanker otak adalah faktor genetik, yang mana jika ada salah satu anggota keluarga Anda memiliki riwayat kesehatan sebagai penderita kanker otak, maka Anda dan anggota keluarga yang lain memiliki resiko terkena penyakit kanker otak.

  1. Perubahan Kromosom

Setiap sel normal dalam setiap tubuh manusia memiliki 23 pasang kromosom. Perubahan kromosom yang paling umum pada tumor otak terjadi pada kromosom 1, 10, 13, 17, 19, dan 22. Perubahan pada kromosom 1 dan 19 adalah yang paling sering ditemukan di oligodendrogliomas dan perubahan pada kromosom 22 adalah yang paling sering ditemukan di meningioma.

Mungkin kita mengalami kekhawatiran tentang tumor otak yang terjadi karena faktor keturunan. Untuk itu mulailah untuk mengetahui sejarah keluarga dengan mengkonsultasikan dengan dokter keluarga. Meskipun skrining rutin untuk tumor otak saat ini belum tersedia (merupakan cara mencegah kanker payudara atau kanker leher rahim secara dini), namun ciri-ciri dan gejala kanker otak yang tidak biasa seperti sakit kepala atau kehilangan memori jangka pendek dapat diselidiki dalam sejarah keluarga atau pada kondisi sehari-hari.

  1. Infeksi virus dan Alergen

Infeksi virus Epstein Barr (EBV) mempengaruhi peningkatan resiko limfoma. EBV juga lebih dikenal sebagai virus penyebab mononucleosis. Dalam penelitian lain, virus tingkat tinggi yang disebut cytomegalovirus (CMV) telah ditemukan pada jaringan tumor otak namun arti temuan ini masih dalam penelitian. Beberapa jenis virus lain telah terbukti menyebabkan tumor otak yang dilakukan dalam percobaan pada hewan,   namun masih banyak diperlukan data untuk mengetahui apakah paparan infeksi virus dapat menjadi penyebab kanker otak.

  1. Benturan

Faktor risiko kanker otak lainnya adalah adanya trauma pada kepala akibat kecelakaan atau benturan hebat yang terjadi di kepala. Trauma tersebut dapat memicu pertumbuhan sel yang abnormal pada otak dan kemudian akan berkembang menjadi kanker otak.

  1. Radiasi Benda Elektronik

Radiasi tinggi dari dari benda elektronik, salah satunya ponsel dapat menjadi penyebab kanker otak. Aliran sinyal ponsel dengan level tertentu dapat menimbulkan pertumbuhan sel abnormal pada otak. Sebaiknya Anda mematikan ponsel Anda ketika Anda tidur atau mengganti mode ponsel ke mode terbang.

  1. Makanan

Makanan yang mengandung zat karsinogenik yang terdapat pada makanan yang diawetkan dan diasinkan dapat memicu pertumbuhan sel abnormal pada otak. Selain itu, Makanan berlemak dan berprotein tinggi juga dapat memicu munculnya sel abnormal pada otak yang kemudian akan berkembang menjadi kanker.

Nah, dengan menerapkan pola hidup yang sehat, pola makan yang bergizi dan olahraga yang teratur serta rajin cek kesehatan kedokter akan mengurangi faktor resiko kanker otak.

Pencegahan Kanker Otak

S.Lutena (Nama Super lutein yang digunakan di Indonesia) adalah herbal yang sangat baik untuk kesehatan organ tubuh manusia secara keseluruhan. S.Lutena bisa digunakan sebagai suplemen harian untuk kebutuhan akan nutrisi tubuh atau digunakan sebagai herbal untuk pengobatan penyakit. S.Lutena berisi 6 jenis yang paling penting dari karotenoid, lima jenis nutrisi yang paling penting berdasarkan kebutuhan manusia dan mengkombinasikan fungsi vegetatif dengan proporsi yang terbaik. Super lutein juga berfungsi sebagai herbal ANTIKANKER yang telah direkomendasikan oleh 6600 dokter spesialis di dunia. S.Lutena juga berfungsi sebagai ANTIAGING dan ANTIOKSIDAN yang mampu melakukan regenerasi sel tubuh yang rusak. Super lutein mampu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik sehingga berfungsi maksimal.

Pengobatan Kanker Otak Stadium 1Mengapa harus Super Lutein (S. Lutena)? Peranan Super Lutein (S.Lutena) sebagai herbal untuk Membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit dan lebih baik lagi digunakan sebagai suplemen harian dikarenakan kandungan 6 karotenoid dan 5 komponen penting dalam super lutein (S.Lutena) yang mempunyai andil dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan membantu memperbaiki metabolisme tubuh yang tidak baik termasuk memperbaiki sistem metabolisme tubuh.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, s-lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, KINI GILIRAN Anda !

Faktor Resiko Kanker Otak

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*