Kanker Radang Otak

Kanker Radang Otak

 

Kanker radang otak atau ensefalitis adalah inflamasi yang terjadi pada otak. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja, namun anak-anak serta lansia memiliki risiko tertinggi karena sistem kekebalan tubuh mereka yang cenderung lebih lemah.

Meski jarang terjadi, radang otak berpotensi menjadi kondisi yang serius dan dapat mengancam jiwa. Perkembangan penyakit ini juga sulit ditebak. Diagnosis dan pengobatan yang cepat serta efektif adalah kunci utama dalam menangani kondisi ini.

Jenis Radang Otak

  • Radang otak primer

Ini adalah peradangan yang terjadi pada otak dan saraf tulang belakang akibat infeksi oleh virus secara langsung.

  • Radang otak sekunder

Ini adalah keadaan pada awal terinfeksinya oleh virus yang terjadi dimana saja pada bagian tubuh yang akhirnya menyebar hingga ke otak.

Kanker Radang Otak

Kanker Radang Otak

Gejala Radang Otak

Radang otak terkadang diawali dengan gejala-gejala ringan, seperti sakit kepala, lelah, demam, serta pegal-pegal. Kondisi penderita kemudian dapat menurun secara drastis dengan indikasi-indikasi yang lebih serius yang meliputi:

  • Kejang-kejang.
  • Perubahan kondisi mental, seperti linglung.
  • Pingsan.
  • Otot yang lemas.
  • Kelumpuhan pada wajah serta bagian tubuh tertentu.
  • Gangguan pada kemampuan bicara atau pendengaran.
  • Halusinasi.
  • Pergerakan mata yang tidak terkontrol.
  • Leher yang kaku.
  • Pandangan kabur atau bahkan kehilangan penglihatan.

Gejala awal penyakit ini cenderung mirip dengan indikasi flu sehingga sulit dideteksi. Karena itu, segeralah ke rumah sakit jika Anda atau anak Anda mengalami gejala flu yang makin parah dan yang disertai dengan perubahan kondisi mental.

Penyebab Radang Otak

Sebagian kasus radang otak tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, infeksi serta sistem kekebalan tubuh yang rendah diduga berperan penting terhadap proses terjadinya penyakit ini.

Infeksi yang dapat menyebabkan radang otak dibagi menjadi dua, yakni virus infeksi yang berasal dari dalam otak atau disebut radang otak primer, serta infeksi yang berasal dari luar otak, atau radang otak sekunder.

Radang otak sekunder terjadi pada saat infeksi telah menyebar dan menembus masuk ke dalam otak. Berbagai jenis infeksi, terutama infeksi virus, yang dapat memicu kondisi ini antara lain:

  • Virus herpes simpleks, yang menyebabkan terjadinya penyakit herpes di mulut maupun di kelamin. Herpes simpleks merupakan virus yang paling sering ditemukan pada kasus radang otak.
  • Virus Varicella zoster, yang menyebabkan cacar air dan cacar api.
  • Virus Epstein-Barr, yang menjadi penyebab penyakit mononukleosis.
  • Berbagai jenis virus lain, yang menyebabkan penyakit campak (measles), gondongan (mumps), atau campak jerman (rubella).
  • Virus dari hewan, misalnya virus rabies serta virus yang disebarkan oleh nyamuk dan caplak.

Selain karena infeksi, radang otak juga dapat disebabkan oleh masalah pada sistem kekebalan tubuh. Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan berusaha melawan virus atau bakteri yang masuk ke tubuh supaya tidak menyebabkan penyakit yang serius. Meskipun jarang terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat mengalami gangguan sehingga menyerang jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini menyerang otak. Kesalahan sistem kekebalan tubuh ini dapat dipicu oleh beberapa hal, antara lain :

  • Infeksi yang terjadi di bagian tubuh yang lain (yang biasanya terjadi beberapa minggu sebelumnya). Radang otak akibat kondisi ini disebut juga dengan ensefalitis paska infeksi.
  • Pertumbuhan tumor, baik yang bersifat jinak maupun ganas, pada salah satu bagian tubuh. Radang otak akibat kondisi ini disebut dengan ensefalitis autoimun.
  • Kasus radang otak akibat vaksinasi sangatlah jarang, dan keuntungan yang didapat dari vaksinasi seringkali melebihi risiko vaksinasi itu sendiri.

Komplikasi Radang Otak

Dampak radang otak tentu tidak sama pada tiap pasien. Ada yang bisa sembuh total, tapi ada juga yang mengalami komplikasi. Di antara seluruh kasus radang otak yang terjadi, diperkirakan sekitar 10 persen meninggal dunia.

Risiko komplikasi yang mungkin terjadi tergantung pada banyak faktor. Di antaranya adalah usia pasien, penyebab terjadinya infeksi, jenis dan tingkat keparahan radang otak, serta kecepatan penanganan. Beberapa komplikasi yang berpotensi muncul meliputi:

  • Kelelahan yang berkepanjangan.
  • Hilang ingatan.
  • Epilepsi.
  • Gangguan kemampuan fisik dan motorik.
  • Perubahan kepribadian dan perilaku.
  • Gangguan kemampuan bicara dan penguasaan bahasa.
  • Perubahan emosi, misalnya kecemasan dan emosi yang tidak stabil.
  • Gangguan konsentrasi.

Pengobatan Radang Otak

Kanker otak bisa sembuh dengan mengkonsumsi suplemen anti kanker. Ada banyak suplemen anti kanker yang bagus, namun yang paling kami rekomendasikan adalah suplemen anti kanker S-Lutena atau Super Lutein yang sudah terbukti berkhasiat mencegah pertumbuhan kanker. Selain sangat efektif juga sangat aman dan terlebih lagi suplemen ini halal untuk dikonsumsi.

S-Lutena Mengandung 6 Jenis karotenoid: Bahan utama S.Lutena ialah karotenoid. Karotenoid adalah pigmen organik yang terjadi secara alami di chromoplasts tanaman dan beberapa organisme fotosintetik lain. Karotenoid telah dikenal secara luas dalam beberapa tahun terakhir sebagai komponen penting dalam pencegahan penyakit dan hidup sehat. Karotenoid di S.Lutena teasuk lutein, zeaxanthin, alpha-karoten, beta – Carotene, Lycopene dan Crocetin, dan 5 komponen lainnya yaitu Blue Berry, Blackcurrant, Vitamin B kompleks, Vitamin E dan DHA.

S-Lutena bekerja sebagai penawar racun dalam tubuh, mengganti sel, memperbaiki sel serta memperbaharuinya dengan sel-sel tubuh yang baru. S-Lutena juga berperan sebagai antioksidan yang mampu mengikat radikal-radikal bebas di dalam tubuh yang dapat memicu munculnya sel kanker. Untuk penjagaan dini terhadap resiko terkena kanker, S-Lutena sangat cocok untuk Anda pilih sebagai obat anti kanker yang aman tanpa efek samping. Jangan putus asa dengan vonis dokter, telah jutaan orang mengakui S Lutena, kini giliran Anda !!

S.Lutena juga sangat ampuh untuk mengobati : Darah Tinggi, Kanker, Tumor, Migrain, Stroke, Diabetes Melitus, Jantung, Kolesterol, Sembelit, Kulit Kering, Nyeri Haid/Haid Tidak Normal, Borok/Luka, Nyeri Sendi, Sakit Pinggang, mata Katarak, Rabun Jauh/Dekat, Eksim, Arteriosklerosis, Periodontosis, Mata Plus, Rabun Senja, Mata Silindris, Sakit Ginjal, Hepatitis, dsb.

Kanker Radang Otak

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*