Meningioma Jenis Kanker Otak

Meningioma Jenis Kanker Otak

Meningioma adalah jenis kanker otak yang timbul dari bagian meninges. Meninges adalah jaringan yang melapisi bagian luar otak dan sumsum tulang belakang. Kanker otak meningioma merupakan penyebab terbesar pada kanker otak primer dan kanker sumsum tulang belakang dengan nilai >30%.  Kanker otak yang paling sering menyerang pada orang dewasa ini, risiko serangannya meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker otak meningioma terjadi dua kali lebih sering pada wanita. Pada beberapa kasus, kanker ini bersifat genetik artinya dapat diturunkan melalui garis keturunan.

Kanker meningioma menyebabkan gejala-gejala yang hampir sama dengan gejala kanker otak pada umumnya. Gejala serangannya ialah dengan menekan bagian otak atau saraf tulang belakang. Sekitar 80% kanker meningioma disebabkan oleh tumor jinak sehingga tahapan penyembuhannya menjadi lebih mudah. Kanker ini dapat disembuhkan melalui operasi beberapa kali saja. Kendati demikian, tumor pada kanker meningioma jika tumbuh dekat dengan jaringan vital dalam otak menjadi sulit untuk disembuhkan. Sejumlah kecil (20%) kanker ini disebabkan oleh tumor ganas dan mungkin kembali timbul berkali-kali setelah dilakukannya operasi.

Gejala yang timbul sangat bervariasi tergantung letak tumornya. Gejala paling sering adalah nyeri kepala khronis yang semakin lama semakin berat. Gejala lain diantaranya gangguan penglihatan, gangguan penciuman, kejang, kelemahan anggota badan sampai penurunan kesadaran. Karena gejala timbul lambat sering diagnosis terlambat dan diabaikan. Diagnosis ditegakkan dengan CT scan dan MRI kepala dengan kontras, pada kasus tertentu kadang dibutuhkan pemeriksaan CTA atau angiografi.

Meningioma Jenis kanker Otak

Meningioma Jenis kanker Otak

Penanganan tumor jenis ini adalah dengan operasi pengangkatan tumor secara total. Tumor ini biasanya dapat diangkat secara total karena batasnya jelas dan tempat melekat tumor di duramater bisa diangkat atau dikoagulasi. Untuk tumor yang letaknya dalam perlu tindakan bedah mikro dan memakai alat canggih seperti CUSA, Neuronavigasi atau alat endoskopi. Pada kasus-kasus tertentu dimana terdapat sisa tumor yang tidak mungkin diambil saat operasi bisa dipertimbangkan untuk dilakukan radioterapi paska operasi. Radioterapi hanya efektif pada tumor yang berukuran kecil/sisa tumor.

Faktor-faktor terpenting sebagai penyebab meningioma adalah trauma, kehamilan, dan virus. Pada penyelidikan dilaporkan 1/3 dari meningioma mengalami trauma. Pada beberapa kasus ada hubungan langsung antara tempat terjadinya trauma dengan tempat timbulnya tumor. Sehingga disimpulkan bahwa penyebab timbulnya kanker tersebut adalah trauma. Beberapa penyelidikan berpendapat hanya sedikit bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara meningioma dengan trauma.

Dilaporkan juga bahwa meningioma ini sering timbul pada akhir kehamilan, mungkin hal ini dapat dijelaskan atas dasar adanya hidrasi otak yang meningkat pada saat itu.

Teori lain menyatakan bahwa virus dapat juga sebagai penyebabnya. Pada penyelidikan dengan light microscope ditemukan virus like inclusion bodies dalam nuclei dari meningioma. Tetapi  penyelidikan ini kemudian dibantah bahwa pemeriksaan electron misroscope inclusion bodies ini adalah proyeksi cytoplasma yang berada dalam membran inti.

Meningioma juga berhubungan dengan hormon seks dan seperti halnya faktor etiologi lainnya mekanisme hormon sex hingga memicu meningioma hingga saat ini masih menjadi perdebatan. Pada sekitar 2/3 kasus meningioma ditemukan reseptor progesterone.Tidak hanya progesteron, reseptor hormon lain juga ditemukan pada tumor ini termasuk  estrogen, androgen, dopamine, dan reseptor untuk platelet derived growth factor. Beberapa reseptor hormon sex diekspressikan oleh meningioma. Dengan teknik imunohistokimia yang spesifik dan teknik biologi molekuler diketahui bahwa estrogen diekspresikan dalam konsentrasi yang rendah. Reseptor progesteron dapat ditemukan dalam sitosol dari meningioma. Reseptor somatostatin juga ditemukan konsisten pada meningioma.

Trauma dan virus sebagai kemungkinan penyebab meningioma telah diteliti, tapi belum didapatkan bukti nyata hubungan trauma dan virus sebagai penyebab meningioma. Adanya sedikit peningkatan kasus meningioma setelah trauma kepala pada populasi western Washington state.

Pada meningioma multiple, reseptor progesteron lebih tinggi dibandingkan pada meningioma soliter. Reseptor progesteron yang ditemukan pada meningioma sama dengan yang ditemukan pada karsinoma mammae. Meningioma secara bermakna tidak berhubungan dengan karsinoma mammae, tapi beberapa penelitian lainnya melaporkan  hubungan karsinoma mammae dengan meningioma.

Meningioma merupakan tumor otak yang pertumbuhannya lambat dan tidak menginvasi otak maupun medulla spinalis. Stimulus hormon merupakan faktor yang penting dalam pertumbuhan meningioma. Pertumbuhan meningioma dapat menjadi cepat selama periode peningkatan hormon, fase luteal pada siklus menstruasi dan kehamilan.

 

Meningioma Jenis Kanker Otak

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*