Meningitis Pada Balita

Meningitis Pada Balita

Penyakit meningitis pada umumnya menyerang pada anak-anak. Meskipun sebenarnya penyakit ini bisa menyerang pada siapapun, semua usia baik laki-laki maupun wanita.

Bakteri dan virus yang menjadi penyebab penyakit meningitis antara lain adalah :

  1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus) yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi pneumonia, radang telinga dan rongga sinus.
  2. Neisseria meningitidis (meningococcus) yaitu bakteri yang menyebabkan infeksi saluran nafas bagian atas.
  3. Haemophilus influenzae (haemophilus) yaitu bakteri yang menyebabkan sinusitis.
  4. Listeria monocytogenes (listeria) yaitu bakteri yang menyebabkan meningitis.
  5. Staphylococcus aureus
  6. Mycobacterium tuberculosis.
  7. Hemophilud influenza type b (Hib). Ini adalah virus yang biasa menyebabkan meningitis pada orang dewasa.
meningitis pada balita

meningitis pada balita

Karena gejala awal penyakit meningitis pada anak sangat sulit dideteksi, maka dari itu Anda sebagai orangtua harus benar-benar waspada. Namun, pada umumnya gejala awal apabila seorang anak (usia diatas 2 tahun) mengidap penyakit ini, biasanya akan mengalami demam, sakit kepala dan kekakuan pada otot leher yang berlangsung selama berjam-jam. Ada juga yang memperlihatkan gejala rasa takut pada sorotan cahaya terang secara berlebih, takut pada suara keras, perut mual, muntah, anak seperti merasa bingung dan lesu, kesusahan saat bangun tidur bahkan sampai pingsan.

Untuk penanganannya , apabila Anda menemukan tanda-tanda atau gejala seperti diatas pada anak Anda maka secepatnya harus membawa anak Anda ke Rumah Sakit untuk dilakukan pemeriksaan fisik, laboratorium, Rontgen, dan pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

Jika berdasarkan pemeriksaan, penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurangi atau menghindari resiko komplikasi.

Menular. Meningitis sangat menular, yaitu melalui cairan ludah atau ingus ketika anak bersin, bicara, tertawa maupun batuk dan terhirup oleh orang lain ketika mereka bernapas. Penularan juga dapat terjadi jika balita makan atau minum bersama penderita dari piring dan gelas yang sama. Bahkan, memakai handuk, memegang bekas tisu yang baru dipakai membersihkan hidung, juga bisa menjadi media penularan. Penderita meningitis masih akan menularkan penyakitnya selama mereka masih menunjukkan gejala penyakit tersebut. Bahkan, penderita menagitis yang  penyebabnya bakteri, masih dapat menularkan penyakitnya sekitar 24 jam setelah mereka diberi antibiotik.

Penyebab Meningitis Pada Balita

Umumnya penyebab adalah bakteri atau virus, kadang-kadang pula disebabkan jamur, protozoa maupun parasit. Dibandingkan dengan meningitis yang disebabkan virus, meningitis yang disebabkan bakteri agak jarang terjadi. Namun, meningitis yang disebabkan bakteri bisa mengakibatkan kondisi yang sangat serius jika tak ditangani dengan baik. Misalnya terjadi tuna ganda, seperti lumpuh dan gangguan mental.

Gejala. Muncul beberapa hari setelah balita menderita batuk pilek, diare dan muntah-muntah, yang merupakan tanda-tanda infeksi bakteri atau virus. Antara lain:

  • Demam (sekitar 39º C)
  • Lesu, lemah dan rewel.
  • Sakit kepala dan mata sensitif terhadap cahaya.
  • Kaku kuduk, kadang-kadang ruam kulit dan kulitnya berwarna kuning serta kejang.
  • Tidak mau makan, atau minum susu.
  • Kedinginan.
  • Menangis menjerit-jerik seperti kesakitan.
  • Ubun-ubun bayi yang masih terbuka mungkin tampak menonjol dan keras.
  • Pada bayi yang mash kecil, gejala-gejala klasik bisa terlihat malas menyusu, serta tampak lesu dan lemah sekali.

Masa inkubasi: 2-14 hari

Penanganan Meningitis Pada Balita

Begitu balita terdiagnosa menderita meningitis, dia perlu dirawat di rumah sakit. Dengan penanganan yang maksimal, meningitis yang disebabkan bakteri dapat sembuh sekitar 3 minggu. Usahakan balita banyak mengonsumsi cairan dan istrirahat.

Pencegahan:

  • Lakukan imunisasi HiB/pneumokokus.
  • Jaga kebersihan dengan mencuci tangan yang bersih, terutama sebelum makan.
  • Hindari kontak dengan seseorang yang sedang tampak sakit.
  • Hindari berbagai makanan atau minuman dari piring atau gelas yang sama.

Media Penularan penyakit Meningitis

Penyakit ini dapat menular melalui ingus dan cairan ludah ketika bersin, bicara, tertawa maupun seseorang yang batuk dan terhirup oleh orang di sekitar ketika bernafas. Media lainnya juga bisa berupa piring dan gelas yang di bagi pakai dari si penderita. Selain itu Tisu dan handuk pun bisa saja menularkannya

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda dan jangan lupa jika anda menemui gejala diatas harap segera melakukan cek up ke dokter terdekat agar terhindar dari resiko yang terlalu jauh.

 

Meningitis Pada Balita

 

This entry was posted in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*